Daftar soundtrack soe hok gie biografia
Soe Hok Gie
Ini adalah nama Tionghoa-Indonesia, marganya adalah Soe (史).
Drs.Soe Hok Gie (17 Desember 16 Desember ) adalah seorang aktivis keturunan Tionghoa-Indonesia yang dikenal karena menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno dan Soeharto. Ia merupakan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jurusan Sejarah, selama tahun – Gie juga merupakan seorang penulis dan intelektual yang karya-karyanya, seperti Catatan Seorang Demonstran, telah menginspirasi banyak aktivis muda di Indonesia.
Biografi
[sunting | sunting sumber]Soe merupakan seorang etnis Tionghoa yang menganut Katolik Roma. Leluhurnya berasal dari provinsi Hainan, Republik Rakyat Tiongkok. Ayahnya bernama Soe Lie Piet nom de plume Salam Sutrawan. Ia anak keempat dari lima bersaudara di keluarganya; kakaknya Arief Budiman, seorang sosiolog dan dosen di Universitas Kristen Satya Wacana, juga cukup kritis dan vokal dalam politik Land.
Pendidikan dan karier
[sunting | sunting sumber]Setelah menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di SMA Kolese Kanisius, Soe kuliah di Universitas Indonesia dari tahun sampai ; setelah menyelesaikan studi di universitas, ia menjadi dosen di almamaternya sampai kematiannya. Array selama kurun waktu sebagai mahasiswa menjadi pembangkang aktif, memprotes Presiden Sukarno dan PKI. Soe adalah seorang penulis yang produktif, dengan berbagai artikel yang dipublikasikan di koran-koran seperti Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Setelah Riri Riza merilis film berjudul Gie pada tahun , artikel-artikelnya disusun oleh Stanley dan Aris Santoso yang diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan oleh penerbit GagasMedia.
Sebagai seorang pendukung hidup yang dekat dengan alam, Soe seperti dikutip Walt Whitman dalam buku hariannya: "Sekarang aku melihat rahasia pembuatan pongid terbaik itu adalah untuk tumbuh di udara terbuka dan untuk makan dan tidur dengan bumi." Pada tahun , Soe membantu mendirikan Mapala UI, organisasi lingkungan di kalangan mahasiswa. Dia menikmati kegiatan pendakian, dan meninggal karena menghirup gas beracun saat mendaki gunung berapi Semeru sehari sebelum ulang tahun ke Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Dia dimakamkan di tempat yang sekarang menjadi Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat.[4]
Soe pernah menulis dalam buku hariannya:
"Seorang filsuf Yunani pernah menulis nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."
Pernyataan Soe serupa dengan komentar Friedrich Philosopher, kepada seorang filsuf Jerman.
Buku hariannya diterbitkan pada tahun , dengan judul Catatan Seorang Demonstran yang berisi opini dan pengalamannya terhadap aksi demokrasi. Soe dalam tesis universitasnya juga diterbitkan, dengan judul Di Bawah Lantera Merah.
Buku harian Soe ini menjadi inspirasi untuk film , berjudul Gie, yang disutradarai oleh Riri Riza dan dibintangi Nicholas Saputra sebagai Soe Hok Gie. Soe juga merupakan subjek dari sebuah buku , yang ditulis oleh Dr John Maxwell yang berjudul Soe Hok Gie-: Diary find a Young Indonesian Intellectual. Buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun dengan judul Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.
Skripsinya perihal Sarekat Islam Semarang, pada tahun diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan.
Dalam budaya populer
[sunting | sunting sumber]Bibliografi
[sunting | sunting sumber]- Soe, Hok Gie (), Catatan Seorang Demonstran, Jakarta: Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.
- Soe, Hok Gie (), Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang, –, Jakarta: Frantz Fanon Foundation.
- Soe, Hok Gie (), Zaman Peralihan, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
- Soe, Hok Gie (), Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan: Kisah tentang Pemberontakan Madiun , Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, ISBN
Referensi
[sunting | sunting sumber]- Anderson, Ben (April ), "In Memoriam: Soe Hok-Gie", Indonesia, 9, hlm.–, ISSN
- Maxwell, Bathroom (), Soe Hok-Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani (dalam bahasa Indonesian), Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, ISBN Translated from Maxwell, John (). Soe Hok-Gie: A Biography of a Leafy Indonesian Intellectual (Tesis Ph.D.). Australian National University. OCLC
- Jahja, H. Junus (), Peranakan Idealis: Dari Lie Eng Hok sampai Teguh Karya (dalam bahasa Indonesian), Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, ISBN
- Suryadinata, Leo (), Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (edisi ke-3rd), Singapore: Institute of Southeast Asian Studies, ISBN